Atasi Masalah Komunikasi Dengan Kepala Dingin

Sebagai dua makhluk dari dunia berbeda, pria dan wanita memang memiliki cara komunikasi yang berbeda. Pria dari Mars dan wanita dari Venus. Ada saat-saat tertentu terjadi kegagalan komunikasi. Sebagai akibatnya malah terjadi salah pengertian dan pertengkaran. Tapi tentu saja semua itu dapat diatasi. Ada cara yang dapat kita tempuh untuk menjembatani masalah komunikasi ini.

- Tawa merupakan obat penawar terbaik. Hidup ini sudah cukup berat. Menghadapi masalah gawat bukan lah akhir dunia, coba masukan humor dalam setiap situasi sulit yang Anda hadapi bersama pasangan.

- Tahan kritikan. Kita semua pasti punya rasa jengkel dengan kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak kita sukai dari pasangan. Jadi tahan komentar sesaat saja, saat suami melempar handuk sembarangan, atau istri terlalu mengkhawatirkan hal-hal remeh. Lebih baik tidak usah membesar-besarkan masalah kecil yang bakal memicu pertengkaran.

- Jangan bawa rasa marah ke tempat tidur. Pastikan menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi bersama suami sampai tuntas, jangan menundanya hingga esok hari. Memulai hari dengan memaafkan adalah cara terbaik untuk menguatkan hubungan. Selain itu juga bagus untuk kesehatan emosional.

- Jangan bawa-bawa kesalahan di masa lalu. Apapun yang terjadi di masa lalu tidak dapat diubah. Kadang ada hal-hal lebih baik kalau disimpan untuk diri sendiri. Memberitahukan apa yang tidak diketahui pasangan, terkadang malah membuat mereka terluka lebih dalam.

- Saat merasa kesal dengan pasangan, jangan mengutarakannya dengan kalimat yang bernada menyerang. Ada cara yang lebih baik mengutarakan permasalahan dalam kata-kata yang tepat, misal: 'Aku nggak senang kalau kamu nggak menaruh sepatu pada tempatnya.' Jangan katakan, 'Kenapa sih kamu nggak bisa taruh sepatu di tempatnya!'

Pembicaraan positif antar pasangan hanya mungkin terjadi jika tidak disertai kemarahan. Biasanya, diskusi dengan kepala panas akan mengarah pada pertengkaran. Dan komentar-komentar pedas dalam pertengkaran akan membuat kerusakan serta sakit hati. Jadi, kenapa tidak memulai mengatasi kesulitan komunikasi dengan kepala dingin?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalo komentar jangan emosi