Gaya Hidup yang Membahayakan Kesehatan Pria


alcoholism
Pepatah yang mengatakan ‘Lebih baik mencegah daripada mengobati’ sangat tepat dijalankan dalam hal menjaga kesehatan. Tetapi tetap saja banyak orang yang tidak menghargai kesehatan yang telah didapat hingga menyesal nantinya saat menderita sakit.

Saat ini kurang lebih setengah dari orang yang meninggal lebih cepat dari angka harapan hidup adalah karena disebabkan oleh faktor gaya hidup. Gaya hidup yang berpengaruh buruk terhadap kesehatan diantaranya adalah merokok, konsumsi alkohol, pola makan yang kurang baik & kurangnya olahraga.

Pria juga lebih rentan untuk mengalami penyakit akibat gaya hidup karena faktor kedekatan gaya hidup tersebut dengan aktivitas pria sehari-hari. Seperti misalnya faktor merokok, banyak yang masih menganggap bahwa hal yang wajar apabila pria merokok, bahkan kebiasaan tersebut telah dimulai sejak masa anak-anak. Padahal rokok sangat berbahaya bagi kesehatan & mempunyai efek negatif terhadap hampir semua organ tubuh. Demikian juga dengan faktor lain seperti konsumsi alkohol & stres.

Masalah lingkungan seperti polusi air & udara sebenarnya juga turut menyumbang terhadap terjadinya angka kematian yang lebih cepat dari angka harapan hidup. Tetapi tetap saja faktor yang dominan adalah akibat dari gaya hidup kita sendiri. Sehingga walaupun kita tak dapat menghindari faktor polusi lingkungan, kita tetap dapat menjaga kesehatan dengan cara merubah gaya hidup kita supaya menjadi lebih sehat.


Gaya Hidup yang Beresiko
  • Merokok
    merokokTembakau pada rokok mempunyai efek negatif hampir pada seluruh organ tubuh. Di seluruh dunia tembakau diperkirakan sebagai penyebab 6 juta kematian setiap tahunnya. Asap rokok juga berbahaya bagi perokok pasif, yaitu orang yang secara tidak langsung turut menghisap asap rokok dari perokok aktif.

    Efek jangka pendek dari merokok adalah adanya gangguan pada saluran pernafasan seperti batuk, demam, bronchitis & pneumonia. Sedangkan efek jangka panjang dari merokok sangat banyak. Ada beberapa penyakit yang dihubungkan dengan akibat merokok seperti kanker pada mulut, tenggorokan, paru-paru, perut, ginjal, kandung kemih & pankreas.

    Sekitar sepertiga penyakit kanker berhubungan dengan rokok & 90 % penyakit kanker paru-paru juga dihubungkan dengan rokok. Merokok mengurangi sirkulasi darah & mempersempit pembuluh darah, mengurangi kadar oksigen dalam darah & meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Merokok juga meningkatkan resiko terjadinya stroke & katarak.

    Cara berhenti merokok
    Berikut adalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk merencanakan berhenti merokok, yaitu :

    Bersiap
    • Buatlah daftar alasan untuk berhenti merokok (seperti: karena alasan kesehatan, menghemat uang dll)
    • Buatlah catatan mengenai kapan mulai merokok & pemicunya
    • Carilah informasi mengenai program berhenti merokok baik melalui website atau buku
    • Buatlah jadwal kapan akan mulai berhenti merokok (pada saat itu singkirkan semua hal yang berhubungan dengan rokok, seperti: asbak, korek api, rokok, wadah rokok dll)

    Cari dukungan
    • Konsultasi ke tenaga kesehatan mengenai cara untuk berhenti merokok
    • Bergabung dengan program berhenti merokok
    • Bergabung dengan grup pendukung berhenti merokok
    • Mintalah dukungan juga dari teman & keluarga mengenai rencana anda
    • Buatlah catatan mengenai apa yang dirasakan selama proses tersebut

    Strategi mengatasi stress atau keinginan untuk merokok kembali
    • Coba pelajari yoga, meditasi atau latihan pernafasan
    • Konsultasi dengan tenaga kesehatan
    • Bila perlu dapat dipertimbangkan untuk menggunakan obat untuk menghentikan merokok atau terapi nikotin pengganti

    Bila ternyata anda masih merokok kembali, jangan putus asa. Fokuslah pada niat anda untuk berhenti merokok. Tetapkan kembali waktu anda untuk berhenti merokok kembali, ingatlah bahwa banyak orang yang baru berhasil berhenti merokok setelah mencoba beberapa kali.
  • Minum Alkohol
    alkoholKonsumsi alkohol mulai menjadi kebiasaan saat ini, baik karena faktor lingkungan pergaulan ataupun karena tuntutan pekerjaan. Konsumsi alkohol yang berlebih dapat meningkatkan resiko terjadinya masalah kesehatan seperti gangguan hati atau kecelakaan yang tak disengaja. Alkohol adalah hasil fermentasi dari ragi dengan nama kimia etil alkohol atau ethanol. Alkohol biasanya terdapat dalam minuman seperti bir, anggur ataupun minuman keras lainnya.

    Alkohol mempengaruhi organ tubuh, karena menekan sistem saraf pusat. Sebenarnya alkohol dimetabolisme di hati oleh enzim, tetapi hati hanya dapat memetabolisme alkohol dalam jumlah sedikit, sehingga sisanya akan memasuki peredaran darah & berefek terhadap sistem saraf. Efek dari alkohol sangat tergantung dari jumlah alkohol yang dikonsumsi.

    Konsumsi alkohol yang berlebih sering dihubungkan dengan beberapa masalah kesehatan, seperti :
    • Penyakit kronis seperti sirosis hati (kerusakan pada sel hati), pankreatis (peradangan pada pankreas); berbagai jenis kanker termasuk kanker hati, mulut & tenggorokan; tekanan darah tinggi & gangguan psikologi.
    • Kecelakaan yang tidak disengaja akibat pengaruh dari alkohol seperti kecelakaan kendaraan bermotor, tenggelam, terbakar dll.
    • Kekerasan dalam rumah tangga seperti penyiksaan terhadap anggota keluarga atau melukai diri sendiri.
    • Sindrom kematian mendadak akibat overdosis alkohol
    Untuk mengatasi masalah ketergantungan alkohol sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan, termasuk cara untuk mengatasi sindrom ketergantungan kembali.
  • Kelebihan Berat Badan
    Masalah berat badan saat ini menjadi masalah utama di seluruh dunia akibat dari perubahan pola makan & gaya hidup. Orang yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan kemungkinan besar akan menderita penyakit diabetes, penyakit pembuluh darah (penyakit jantung) & penyakit kandung empedu. Mereka juga beresiko untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi, masalah pada persendian (seperti arthritis) & masalah pernafasan (seperti asma & sleep apnea) serta kemungkinan untuk menderita stroke.

    Banyak faktor yang menyebabkan obesitas atau kelebihan berat badan seperti : gaya hidup (kurang olahraga), kondisi medis tertentu (hipotiroidisme) ataupun karena faktor genetik/keturunan. Ketika seseorang mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang dikeluarkan maka akibatnya akan timbul obesitas atau kelebihan berat badan. Hal ini karena kalori yang berlebih dalam tubuh akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak & kecuali program penurunan berat badan dilakukan maka akan semakin banyak lemak yang tersimpan didalam tubuh setiap hari.

    Walaupun penyebab utama masalah kelebihan berat badan adalah karena konsumsi kalori yang berlebih & kurangnya olahraga, tetapi ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi seperti :
    • Kurangnya sarana olahraga/ruang terbuka di daerah tempat tinggal
    • Banyak yang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan dibandingkan berjalan kaki
    • Lebih banyak jajanan yang mengandung kalori berlebih dibandingkan makanan sehat
    • Banyak yang lebih memilih makanan cepat saji dibandingkan masakan rumah yang sehat
    • Banyak juga orang yang mengalami kenaikan berat badan saat berhenti merokok, hal ini karena makanan akan terasa lebih enak & juga nikotin tidak lagi mempercepat proses pembakaran kalori
    • Konsumsi alkohol juga dapat menaikkan berat badan karena alkohol dapat meningkatkan nafsu makan

    Obesitas atau kelebihan berat badan membahayakan karena dapat menimbulkan komplikasi seperti :
    • Meningkatkan resiko terkena kanker usus besar, kanker anus, kanker prostat, kanker kandung empedu, kanker rahim, kanker payudara & kanker saluran kencing
    • Diabetes (obesitas merupakan penyebab utama diabetes tipe 2) hal ini karena timbunan lemak dalam tubuh meningkatkan kadar gula darah & membuat insulin tidak bekerja secara efektif
    • Masalah emosional (sering dikaitkan dengan masalah persepsi/pendapat orang yang lebih menghargai orang langsing dibandingkan dengan orang gemuk) sehingga membuat orang gemuk menjadi mudah depresi
    • Gangguan pada fungsi hati (ketika lemak berlebih terakumulasi di hati dapat menimbulkan peradangan pada hati atau bahkan sirosis hati)
    • Masalah pada kandung empedu (karena tingginya kadar kolesterol didalam kandung empedu, maka penderita obesitas lebih mudah untuk menderita batu empedu)
    • Penyakit gout & osteoarthritis (berat badan yang berlebih memberikan beban ekstra pada sendi pada saat bergerak, terutama didaerah lutut & pinggul, hal ini menyebabkan jaringan tulang rawan didaerah tersebut akan menjadi cepat rusak & menimbulkan rasa sakit saat bergerak)
    • Penyakit jantung
    • Penyakit tekanan darah tinggi
    • Adanya lemak didalam darah dapat mengakibatkan timbulnya penyumbatan pada pembuluh darah ( bisa menimbulkan terjadinya stroke atau penyempitan pada pembuluh darah)
    • Masalah sleep apnea (berhenti bernafas saat tidur). Pada beberapa kasus orang yang mengalami kelebihan berat badan bisa beresiko mengalami sleep apnea karena menyempitnya saluran pernafasan

    Terapi untuk penanganan kelebihan berat badan :
    • Secara umum, hal pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi obesitas adalah program penurunan berat badan. Dengan pengurangan berat badan sebanyak 5-10% pasien akan mulai merasakan manfaatnya. Rata-rata penurunan berat badan yang aman & ideal dilakukan adalah sekitar ½-1 kg seminggu.
    • Pengaturan pola makan, program latihan olahraga bisa dilakukan untuk menunjang program penurunan berat badan.
    • Pada beberapa kasus pemberian obat-obatan (baik yang dengan resep dokter atau yang dibeli bebas) & operasi mungkin diperlukan untuk penanganan masalah berat badan ini.

  • Stres
    stressStres adalah respon tubuh terhadap perubahan fisik, mental, emosional, kondisi ataupun lingkungan pada seseorang. Stres dapat disebakan oleh faktor yang berasal dari luar (seperti lingkungan) ataupun oleh faktor yang berasal dari dalam (seperti tingkah laku, perasaan dll). Penyebab umum dari stress adalah karena penyakit, kecelakaan, rasa takut/kehilangan & rasa cemas.

    Setiap orang mempunyai respon yang berbeda terhadap stres. Respon stres sendiri berlangsung cepat & dapat mempengaruhi fungsi tubuh, motivasi ataupun produktivitas kerja. Reaksi tubuh terhadap stres dimulai & dikontrol oleh sistem saraf pusat (terletak di otak & tulang belakang). Sebagai respon terhadap stres maka otak memberikan sinyal kepada kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormone (adrenalin (ephinephrine) & norephinephrine) yang nantinya akan menimbulkan respon menyerah atau berjuang untuk menghadapi stres.

    Kemudian otak juga akan memicu pengeluaran hormone lain seperti kortisol yang berfungsi untuk menjaga respon stres tersebut. Efek dari pengeluaran hormon tersebut antara lain :
    • Perubahan pada saluran cerna (disebabkan oleh meningkatnya aliran darah ke otot & berkurangnya aliran darah ke saluran cerna)
    • Pelebaran pembuluh darah
    • Mempercepat pernafasan
    • Mempercepat denyut jantung & meningkatkan tekanan darah (disebabkan oleh meningkatnya aliran darah ke otak)
    • Meningkatnya kadar gula darah (untuk menyediakan energy lebih)

    Pengelolaan stres dapat dilakukan dengan manajemen stres, seperti :
    • Sebisa mungkin hindari situasi yang dapat menimbulkan stres
    • Makanlah selalu makanan yang sehat
    • Lakukan olahraga secara teratur
    • Cukup istirahat
    • Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti membaca, menonton, mendengarkan musik, bersantai bersama teman dll.
    • Kurangi konsumsi alkohol & kafein
    • Cobalah untuk fokus pada sikap positif
Ubahlah Gaya Hidup demi Kesehatan anda
Jadi sebelum terlambat mulai ubahlah gaya hidup anda supaya kesehatan tetap terjaga.

Mencegah & Mengatasi Radang Sendi (Arthritis) dengan Tumbuhan Obat

Oleh : Prof. Hembing Wijayakusuma

Arthritis atau radang sendi merupakan istilah dari rematik artikuler (mengenai sendi), dikenal dalam berbagai bentuk, diantaranya yang paling umum yaitu Arthritis Reumatiod, Osteoarthritis, dan Gout (arthritis pirai). Semua bentuk Arthritis bermula dengan teradangnya jaringan-jaringan halus seperti jaringan ikat, ligamen, dan tendo dekat tulang sendi. Dapat dikatakan pula bahwa Arthritis merupakan keluhan penyakit rematik yang umum pada segala usia, gejala yang sering dirasakan seseorang selama kehidupannya. Arthritis mengakibatkan rasa sakit dan membatasi gerakan penderita.

Gejala atau tanda-tanda serangan artritis secara umum yaitu :
- persendian terasa kaku dan nyeri apabila digerakan
- adanya pembengkakan pada salah satu atau beberapa persendian
- pada persendian yang sakit akan berwarna kemerah-merahan
- demam, dan kelelahan yang menyertai rasa sakit pada persendian.

Untuk mendeteksi seseorang menderita Arthritis atau tidak dapat dilakukan berbagai pemeriksaan medis melalui pemeriksaan darah, urine, sinar X, dan sebagainya. Dalam keadaan yang berkembang dengan cepat, yaitu dalam waktu satu atau dua tahun, artritis dapat dikenal sebagai Artritis Rematoid. Namun jika artritis berkembang dengan lambat, yaitu dapat berlangsung lebih dari dua puluh tahun, maka dapat dikategorikan dalam bentuk Osteoartritis.

Osteoartritis merupakan penyakit degeneratif kronis dari sendi-sendi. Pada penyakit ini terjadi penurunan fungsi tulang rawan terutama yang menopang sebagian dari berat badan dan seringkali pada persendian yang sering digunakan. Osteoarthritis merupakan gangguan yang umum pada usia lanjut, sering dianggap sebagai konsekuensi dari perubahan-perubahan dalam tulang dengan lanjutnya usia. Penyakit ini biasa terjadi pada umur 50 tahun ke atas dan pada orang kegemukan (obesitas), tetapi bisa juga disebabkan oleh kecelakaan persendian . Pada usia lanjut tampak dua hal yang khas, yaitu rasa sakit pada persendian dan terasa kaku jika digerakkan. Untuk tip perawatannya : kompres hangat pada bagian yang sakit atau rendam dengan air hangat selama 15 menit. Kurangi berat badan bagi yang obesitas.

Rheumatoid arthritis merupakan bentuk arthritis yang serius, disebabkan oleh peradangan kronis yang bersifat progresif, yang menyangkut persendian. Ditandai dengan sakit dan bengkak pada sendi-sendi terutama pada jari-jari tangan, pergelangan tangan, siku, dan lutut. Dalam keadaan yang parah dapat menyebabkan kerapuhan tulang sehingga menyebabkan kelainan bentuk terutama pada tangan dan jari-jari. Tanda lainnya yaitu persendian terasa kaku terutama pada pagi hari, rasa letih dan lemah, otot-otot terasa kejang, persendian terasa panas dan kelihatan merah dan mungkin mengandung cairan, sensasi rasa dingin pada kaki dan tangan yang disebabkan gangguan sirkulasi darah. Penyakit ini belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun diduga berhubungan dengan penyakit autoimmunitas. Rheumatoid arthritis lebih sering menyerang wanita daripada laki-laki. Walaupun dapat dapat meyerang segala jenis umur, namun lebih sering terjadi pada umur 30-50 tahun.

Gout arthritis atau lebih dikenal dengan asam urat atau encok merupakan radang sendi akut yang disebabkan oleh terlalu banyaknya produksi asam urat (uric acid) yaitu produk buangan yang menumpuk dalam jaringan tubuh, atau karena kegagalan ginjal untuk membuang asam urat dalam jumlah cukup bnayak. Dalam keadaan normal, produk asam urat akan dibuang dari darah lewat air kemih (urin). Pada kejadian gout, kristal-kristal asam urat diendapkan di dalam dan sekitar sendi yang bergerak, yang menyebabkan sakit dan peradangan yang akut. Serangan gout akut datang mendadak, dapat menyerang sendi mana saja namun yang paling umum adalah jempol kaki, tumit, dan lutut. Sendi biasanya menjadi merah, bengkak dan mengkilat, dan sakitnya luar biasa. Penderita gout arthritis tidak dianjurkan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam urat seperti melinjo, daun singkong, bayam, kangkung, kacang-kacangan terutama yang dikeringkan, minuman beralkohol, dan lain-lain. Gout dapat menimbulkan suatu komplikasi, yaitu pembentukan batu ginjal, karena kristal uric acid yang diendapkan dalam sendi juga dapat terbentuk dalam ginjal.

Tumbuhan obat atau herbal yang digunakan untuk pengobatan arthritis berfungsi sebagai anti-radang (anti-inflamasi), mengurangi rasa sakit (analgetik), meningkatkan sirkulasi darah, sebagai diuretik/meningkatkan fungsi ginjal dalam pembuangan endapan, dan meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu juga dibantu dengan olahraga untuk meningkatkan mobilitas persendian, tetapi tentunya disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Berikut beberapa contoh ramuan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu pengobatan arthritis (radang sendi).

Resep 1.
Bahan :
Sambiloto 10 gram kering/20 gram segar
Daun kumis kucing 15 gram kering/30 gram segar
Temu lawak 30 gram
Jahe merah 20 gram
Cara pemakaian :
Semua bahan dicuci bersih dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, tambahkan madu secukupnya, lalu diminum 2 kali sehari.

Resep 2.
Bahan :
Kunyit 20 gram
Daun dewa 15 gram kering/30 gram segar
Ceplukan 15 gram kering/30 gram segar
Cara pemakaian :
Semua bahan dicuci dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.

Resep 3 :
Bahan :
Gandarusa 30 gram segar
Jahe merah 20 gram segar
Sidaguri 60 gram segar
Akar alang-alang 60 gram segar
Cara Pemakaian :
Semua bahan dicuci dan direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.

Resep 4 :
Bahan :
Daun salam 15 lembar
Buah mengkudu 2 buah
Buah mahkota dewa 5 gram kering
Temu lawak 30 gram

Cara pemakaian :
Semua bahan dicuci dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum u tuk 2 kali sehari.

Catatan :
gunakan periuk tanah, panci enamel atau panci kaca untuk merebus tanaman
Lakukan secara teratur dan tetap konsultasi ke dokter.

Sumber: CBN