Tampilkan postingan dengan label Bagosss. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bagosss. Tampilkan semua postingan

Komentar Para Tokoh Dunia Tentang NABI MUHAMMAD SAW


KOMENTAR PARA TOKOH DUNIA TENTANG NABI MUHAMMAD SAW


MAHATMA GANDHI
(Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA)



Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.


Model Amerika tapi berjilbab?

Sara Bokker, dulunya adalah seorang model, aktris, aktivis dan instruktur fitness. Seperti umumnya gadis remaja Amerika yang tinggal di kota besar, Bokker menikmati kehidupan yang serba gemerlap. Ia pernah tinggal di Florida dan South Beach, Miami, yang dikenal sebagai tempat yang glamour di Amerika. Kehidupan Bokker ketika itu hanya terfokus pada bagaimana ia menjaga penampilannya agar menarik di mata orang banyak.
Setelah bertahun-tahun, Bokker mulai merasakan bahwa ia selama ini sudah menjadi budak mode. Dirinya menjadi “tawanan” penampilannya sendiri. Rasa ingin memuaskan ambisi dan kebahagian diri sendiri sudah mengungkungnya dalam kehidupan yang serba glamour. Bokker pun mulai mengalihkan             
kegiatannya dari pesta ke pesta dan alkohol ke meditasi, mengikuti aktivitas sosial dan mempelajari berbagai agama.
Sampai terjadilah serangan 11 September 2001, dimana seluruh Amerika bahkan diseluruh dunia mulai menyebut-nyebut Islam, nilai-nilai Islam dan budaya Islam, bahkan dikait-kaitkan dengan deklarasi “Perang Salib” yang dilontarkan pimpinan negara AS. Bokker pun mulai menaruh perhatian pada kata Islam.
“Pada titik itu, saya masih mengasosiasikan Islam dengan perempuan-perempuan yang hidup di tenda-tenda, pemukulan terhadap istri, harem dan dunia teroris. Sebagai seorang feminis dan aktivis, saya menginginkan dunia yang lebih baik bagi seluruh umat manusia,” kata Bokker seperti dikutip dari Saudi Gazette.
Suatu hari, secara tak sengaja Bokker menemukan kita suci al-Quran, kitab suci yang selama ini pandang negatif oleh Barat. “Awalnya, saya tertarik dengan tampilan luar al-Quran dan saya mulai tergelitik membacanya untuk mengetahui tentang eksistensi, kehidupan, penciptaan dan hubungan antara Pencipta dan yang diciptakan. Saya menemukan al-Quran sangat menyentuh hati dan jiwa saya yang paling dalam, tanpa saya perlu menginterpretasikan atau menanyakannya pada pastor,” sambung Bokker.
Akhirnya, Bokker benar-benar menemukan sebuah kebenaran, ia memeluk Islam dimana ia merasa hidup damai sebagai seorang Muslim yang taat. Setahun kemudian, ia menikah dengan seorang lelaki Muslim. Sejak mengucap dua kalimat syahdat Bokker mulai mengenakan busana Muslim lengkap dengan jilbabnya.
“Saya membeli gaun panjang yang bagus dan kerudung seperti layaknya busana Muslim dan saya berjalan di jalan dan lingkungan yang sama, dimana beberapa hari sebelumnya saya berjalan hanya dengan celana pendek, bikini atau pakaian kerja yang ‘elegan’,” tutur Bokker.
“Orang-orang yang saya jumpai tetap sama, tapi untuk pertama kalinya, saya benar-benar menjadi seorang perempuan. Saya merasa terlepas dari rantai yang membelenggu dan akhirnya menjadi orang yang bebas,” Bokker menceritakan pengalaman pertamanya mengenakan busana seperti yang diajarkan dalam Islam.
sara bokker 3Setelah mengenakan jilbab, Bokker mulai ingin tahu tentang Niqab. Ia pun bertanya pada suaminya apakah ia juga selayaknya mengenakan niqab (pakaian muslimah lengkap dengan cadarnya) atau cukup berjilbab saja. Suaminya menjawab, bahwa jilbab adalah kewajiban dalam Islam sedangkan niqab (cadar) bukan kewajiban.
Tapi satu setengah tahun kemudian, Bokker mengatakan pada suaminya bahwa ia ingin mengenakan niqab. “Alasan saya, saya merasa Allah akan lebih senang dan saya merasa lebih damai daripada cuma mengenakan jilbab saja,” kata Bokker.
Sang suami mendukung keinginan istrinya mengenakan niqab dan membelikannya gaun panjang longgar berwarna hitam beserta cadarnya. Tak lama setelah ia mengenakan niqab, media massa banyak memberitakan pernyataan dari para politisi, pejabat Vatikan, kelompok aktivis kebebasan dan hak asasi manusia yang mengatakan bahwa niqab adalah penindasan terhadap perempuan, hambatan bagi integrasi sosial dan belakangan seorang pejabat Mesir menyebut jilbab sebagai “pertanda keterbelakangan.”
“Saya melihatnya sebagai pernyataan yang sangat munafik. pemerintah dan kelompok-kelompok yang katanya memperjuangkan hak asasi manusia berlomba-lomba membela hak perempuan ketika ada pemerintah yang menerapkan kebijakan cara berbusana, tapi para ‘pejuang kebebasan’ itu bersikap sebaliknya ketika kaum perempuan kehilangan haknya di kantor atau sektor pendidikan hanya karena mereka ingin melakukan haknya mengenakan jilbab atau cadar,” kritik Bokker.
“Sampai hari ini, saya tetap seorang feminis, tapi seorang feminis yang Muslim yang menyerukan pada para Muslimah untuk tetap menunaikan tanggung jawabnya dan memberikan dukungan penuh pada suami-suami mereka agar juga menjadi seorang Muslim yang baik. Membesarkan dan mendidik anak-anak mereka agar menjadi Muslim yang berkualitas sehingga mereka bisa menjadi penerang dan berguna bagi seluruh umat manusia.”
“Menyerukan kaum perempuan untuk berbuat kebaikan dan menjauhkan kemunkaran, untuk menyebarkan kebaikan dan menentang kebatilan, untuk memperjuangkan hak berjilbab maupun bercadar serta berbagi pengalaman tentang jilbab dan cadar bagi Muslimah lainnya yang belum pernah mengenakannya,” papar Bokker.
Ia mengungkapkan, banyak mengenal muslimah yang mengenakan cadar adalah kaum perempuan Barat yang menjadi mualaf. Beberapa diantaranya, kata Bokker, bahkan belum menikah. Sebagian ditentang oleh keluarga atau lingkungannya karena mengenakan cadar. “Tapi mengenakan cadar adalah pilihan pribadi dan tak seorang pun boleh menyerah atas pilihan pribadinya sendiri,” tukas Bokker.
(eramuslim.com)
Masa kalah sama Muallaf!!!
Mereka yg hidup di lingkungan serba gemerlap merasakan kedamaian dengan menutup aurat dengan sempurna.
Kita sendiri yg sudah sejak lahir Islam kok malah ikut mode orang2 barat.
Bahkan ada yg berkata dan beranggapan : “Yang perlu dipakaikan Jilbab adalah hatinya, bukan cuma luarnya”.
Lancang!!! (ini adalah pemikiran orang2 liberal)
Apakah cukup hati yg berjilbab ?
Berjilbabkah hati yg masih kepengen memamerkan aurat ?
Masih kepengen diliat bentuk tubuhnya, kemulusan kulitnya, keindahan rambutnya,,,…

Berjilbab kah hati yg sombong yg tidak mau tunduk pada aturan syariat (hukum Agama), mentaati perintah Allah dan Rasulnya?
Jilbab adalah untuk memuliakan Wanita,,,,

Kalau enggan pake jilbab, berarti anda tidak ingin dimuliakan oleh Islam.
“Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’” (QS. Al Ahzab: 59)
“Wanita yang berpakaian namun (pada hakikatnya) telanjang yang berjalan melenggang, kepala mereka bergoyang bak punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan bahkan mencium wanginya pun tidak. Padahal wanginya surga dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim).

Melukis Dengan Mesin Ketik

 Keira Rathbone, 25 tahun, dari Poole, Dorset adalah lulusan fakultas kesenian dari Universitas West of England di Bristol
Seperti pelukis lainnya, Keira membuat karya seninya dengan pensil dan juga cat. Namun yang membuat Keira sedikit berbeda dengan yang lainnya adalah karena dirinya juga bisa membuat karya yang spektakuler dengan menggunakan mesin ketik/ tik.

http://i.telegraph.co.uk/telegraph/multimedia/archive/01239/artist_1239693i.jpg



Memang sih awalnya dirinya membeli mesin ketik Silver Reed 100 buatan 60-an seharga 5 Poundsterlling di toko amal untuk membuat essay namun setelah 6 bulan baru deh Keira menemukan bakatnya itu.
"Gambarku yang pertama adalah sebuah mata yang sederhana namun aku sangat lamban dan gambarku sangat biasa/dasar dan (karakternya) tersebar. Toh aku tetap berlatih dan tambah semakin cepat - sekarang aku bisa menggambar hal-hal yang umum."





Untuk membuat sebuah lukisan, Keira bisa menghabiskan waktu sekitar 90 jam dengan hanya menggunakan jari telunjuk kanannya mengetikkan berbagai karakter yang umumnya berupa tanda baca (koma, garis/ penghubung, garis miring, tanda kurung, tanda petik), angka dan huruf diatas sehelai kertas berulang kali bahkan ribuan kali. Namun Keira lebih suka mempergunakan tanda petik dan tanda garis untuk membuat bangunan dan view dan tanda kurung untuk gambar wajah. Sedang tangan satunya dipergunakan untuk menggerakkan kertas yang ada dimesin ketik.

http://g1.globo.com/Noticias/PopArte/foto/0,,16849514-EX,00.jpg



Dalam pembuatan sebuah gambar, Keira pastinya butuh isitrahat jika sudah mengetik/ menggambar lebih dari 1 jam. "Bukan masalah mengetik dengan jari tapi rasa sakit di lengan karena menggerakkan kertasnya," ungkap Keira.

http://www.ilbordello.co.uk/images/KEIRA%20RATHBONE%20-%20james-for-web%20RESIZED.jpg

http://massiveideas.files.wordpress.com/2009/01/sergegainsbourg.jpg

Adapun karya-karya yang pernah dibuat Keira adalah gambar wajah, bangunan, hutan, motif tanaman. Adapun gambar wajah seperti wajah Tom Hanks, Nicole Kidman, dan Kate Moss. Sedang untuk bangunan, Keira pernah membuat Bournemouth Pier yang sangat spektakuler karena Keira membuatnya secara mendetail dan kabarnya terjual 500 Poundsterlling (sekitar Rp 7.986.800).

http://www.ideafixa.com/wp-content/uploads/2009/01/keira.jpg

"Beberapa gambarku adalah selebriti namun mereka harus memiliki wajah menarik yang membuatku mau menggambarnya," ujar Keira. "Aku gak pernah membuat sketsa dengan pensil sebelum memulainya - semua itu alami. "Gambar wajah, misalnya, aku memulainya dengan sebuah mata dan membentuknya sebelum membuat mata yang lain, lalu katakanlah berikutnya, mulut," jelas Keira. Baru-baru ini Keira mengadakan pertunjukkan/ eksibisi di Grove Studio, Southbourne, Bournemouth, untuk karya-karyanya yang menakjubkan itu.