Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Diet Penyakit Maag dan Gangguan Pencernaan

Resep/Dapur Uji/Food Stylist: Budi Sutomo

Selain pengobatan medis, penderita maag dan ganguan pencernaan memerlukan menu diet khusus untuk mempercepat penyembuhan. Syaratnya, makanan harus bertekstur lembut/lunak, tidak merangsang produksi asam lambung, porsinya kecil namun sering diberikan (setiap 3 jam). Makanan juga harus memenuhi kecukupan gizi tubuh, baik protein, karbohidrat, vitamin, mineral dan air.

Bahan pangan yang mengandung gas seperti, kol, kembang kol, nangka, durian, minuman bersoda, kopi dan alkohol harus dihindari. Jangan menggunakan bahan pangan berbumbu tajam yang dapat merangsang produksi asam lambung. Misalnya cabai, cuka, asam jawa, belimbing wuluh, asam kandis, asam gelugur, jeruk nipis dan lada.

Bahan pangan yang susah dicerna seperti beras ketan, singkong, jali, ubi, butter cream, kue tart sebaiknya dihindari. Begitu juga dengan bahan pangan berserat tajam seperti kedondong dan nenas.

Teknik pengolahan sebaiknya menggunakan metode rebus dan kukus. Cara memasak ini akan menghasilkan makanan bertekstur lembut/lunak. Hindari memasak dengan cara digoreng atau dipanggang, selain makanan menjadi kering, liat dan keras. Memasak dengan cara ini banyak menggunakan minyak yang dapat merangsang rasa mual.

BUBUR WORTEL MAIZENA

Bahan:
2 sdm tepung maizena
60 g nasi putih
600 ml kaldu ayam/daging
40 ml wortel, parut
50 g daging ayam cincang tanpa lemak
1/4 sdt garam halus

Cara Membuat:
1. Larutkan tepung maizena dengan kaldu, aduk rata.
2. Didihkan sambil diaduk hingga tekstur mengental.
3. Masukkan nasi putih, daging ayam cincang, parutan wortel dan garam. Masak
ambil di aduk hingga nasi menjadi lunak dan semua bahan matang.
4. Angkat, masukkan dalam mangkuk/tempat saji. Hidangkan hangat.
Untuk 2 Porsi


Semoga bermanfaat...

Kematian ibu melahirkan masih tinggi

AMBARAWA - Kasus kematian ibu saat melahirkan di Kabupaten Semarang selama kurun waktu 2009 tergolong cukup tinggi, yakni mencapai 14 kasus. Kematian ibu melahirkan disebabkan pendarahan, eklamsi dan sepsis (masuknya bakteri dalam peredaran darah).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Sulthoni, ibu yang mengandung harus melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin. Sehingga munculnya penyakit pada ibu hamil bisa terdeteksi sejak dini.

''Minimal empat kali memeriksakan kandungan selama masa kehamilan dan mengonsumsi obat penambah darah. Sehingga munculnya penyakit pada ibu hamil terdeteksi,'' jelas Sulthoni disela acara memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) di RSUD Ambarawa, Selasa (3/11).

Sulthoni mengatakan, dinkes telah menyiapkan tenaga medis di puskesmas dengan memberikan pelatihan untuk menangani ibu hamil. Sehingga mereka bisa mendeteksi secara dini ibu hamil dengan risiko tinggi dan mampu mengambil keputusan cepat dalam melakukan penanganannya.

Menurut dia, untuk membantu proses persalinan diperlukan suami siaga. Sehingga suami selalu siaga saat istrinya akan melahirkan. Setidaknya, menyiapkan sa-rana transportasi agar tidak terlambat membawa istrinya ke bidan, puskesmas maupun rumah sakit.

Pihaknya menggalakkan kegiatan donor darah untuk mencukupi kebutuhan darah bagi ibu hamil yang mengalami pendarahan saat melahirkan. ''Selama ini kita rutin menggelar kegiatan donor darah di instansi pemerintah/- swasta dan pabrik. Saat ini stok darah di unit transfusi darah PMI kabupaten Semarang masih mencukupi,'' ujar Sulthoni.

Wakil Bupati Semarang Siti Ambar Fathonah dalam sambutannya berharap petugas medis di rumah sakit, puskesmas dan pusat kesehatan desa untuk komitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. ''Mutu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat harus terus ditingkatkan,'' pintanya. rbd/SR

http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=34835&Itemid=58

Makanan Perusak Fungsi Ginjal

image
   
Ginjal berfungsi sebagai penyaring darah dalam tubuh. Ada beberapa makanan yang bisa memperberat kerja ginjal. Akibatnya, ginjal jadi cepat aus dan tidak dapat bekerja secara sempurna.

1. Jengkol

Para penggemar jengkol, tentu sering merasakan gangguan saat hendak buang air kecil. Jengkol mengandung kristal atau jengkolic acid. Asam jengkol ini yang jadi kristal dan kemudian menyumbat saluran kencing. Saluran kencing yang tertutup membuat sampah atau racun tidak dibuang. Akibatnya bisa timbul infeksi saluran kemih. Bila tidak ditangani, kondisi demikian akan merambat ke organ ginjal.

2. Obat pelangsing

Konsumsi obat pelangsing yang tidak benar, yakni dengan cara pengurangan cairan di dalam tubuh dalam jumlah besar, turut menyumbang kejadian gagal ginjal. Berat badan memang akan turun akibat diare atau dehidrasi karena kencing berlebihan, tetapi fungsi ginjal menjadi terganggu.

3. Obat amfetamin

Obat jenis ini membuat orang sulit tidur. Akibatnya, pembakaran energi berjalan terus. Amfetamin itu dapat menyempitkan pembuluh darah. Akibatnya, darah yang bergerak ke ginjal akan berkurang. Pada akhirnya ginjai kekurangan asupan makanan.

4. Antibiotik dan pereda nyeri

Tak hanya obat untuk pelangsing atau amfetamin saja yang bisa merusak fungsi ginjal. Penggunaan obat pereda nyeri, antibiotika, atau steroid secara terus-menerus dalam jumlah berlebih dalam beberapa bulan dapat menyebabkan sakit ginjal.

5. Obat herbal

Obat maupun suplemen herbal, bikinan dalam negeri maupun impor, ternyata memiliki risiko merusak ginjal. Sebaiknya kita menolak suplemen dan obat herbal yang manjur dan cespleng karena berarti tidak murni herbal, tetapi ada kandungan kimia obat yang dosisnya tidak terkontrol. Jika harus meminumnya, pilih obat atau suplemen herbal yang telah mendapat izin dari FDA dan BPOM.

Sumber : www.suaramerdeka.com

Melawan Migrain dengan Makanan

image Nyeri kepala akibat migrain sangat menyiksa. Selain kepala terasa berdenyut-denyut, penderita migrain  umumnya juga merasakan sensitivitas tinggi terhadap cahaya, suara, bahkan bau-bauan.

Diduga, penyebab serangan migrain adalah adanya hiperaktiftas impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah di otak, akibatnya terjadi pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi. Hal ini menyebabkan timbulnya nyeri dan gejala yang lain, misalnya mual. Semakin berat inflamasi yang terjadi, semakin berat pula migrain yang diderita. Faktor genetik diketahui berperan terhadap timbulnya migrain.

Untuk melawan migrain, Anda tak harus selalu mengandalkan obat pereda nyeri. Anda bisa mencoba beberapa bahan alami berikut ini:

1. Teh dan kopi
Minumlah teh hangat atau kopi panas. Kafein dalam teh dan kopi dipercaya efektif untuk mengurangi sakit kepala. Namun, Anda perlu memperhatikan dosis dan daya tahan tubuh Anda terhadap kafein.

2. Jahe
Seduh jahe dengan air panas, tambahkan gula. Minum selagi hangat. Rimpang jahe berkhasiat untuk membantu mengurangi nyeri kepala Anda. Tanaman ini bertindak sebagai obat anti alergi (antihistamine) dan juga antiradang (anti-inflammatory), sehingga sangat efektif untuk mencegah migrain menjadi semakin bertambah buruk.

3. Nasi, roti, atau pasta
Migrain dapat dilawan dengan makanan yang mengandung karbohidrat komplek. Fungsinya, membantu memberikan energi yang tubuh Anda butuhkan, sehingga dapat membantu mengurangi intensitas munculnya migrain dan mencegahnya bertambah parah.
      
4. Ikan

Omega 3 yang terdapat pada ikan, khususnya ikan salmon, juga terbukti efektif dalam melawan nyeri kepala akibat migrain.

5. Sayuran
Jenis makanan yang kaya akan magnesium seperti yang terdapat dalam jenis sayur bayam, kacang polong dan labu juga dapat mengurangi serangan migrain yang muncul tiba-tiba.

Sumber : www.suaramerdeka.com

Penyakit Darah Rendah (Hipotensi)

Penyakit darah rendah atau Hipotensi (Hypotension) adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang turun dibawah angka normal, yaitu mencapai nilai rendah 90/60 mmHg. Telah dijelaskan pada artikel sebelumnya (Penyakit darah tinggi) bahwa nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG.

Namun demikian, beberapa orang mungkin memiliki nilai tekanan darah (tensi) berkisar 110/90 mmHg atau bahkan 100/80 mmHg akan tetapi mereka tidak/belum atau jarang menampakkan beberapa keluhan berarti, sehingga hal itu dirasakan biasa saja dalam aktivitas kesehariannya. Apabila kondisi itu terus berlanjut, didukung dengan beberapa faktor yang memungkinkan memicu menurunnya tekanan darah yang signifikan seperti keringat dan berkemih banyak namun kurang minum, kurang tidur atau kurang istirahat (lelah dengan aktivitas berlebihan) serta haid dengan perdarahan berlebihan (abnormal) maka tekanan darah akan mencapai ambang rendah (hipotensi) 90/60 mmHg.

 Tanda dan Gejala Tekanan Darah Rendah
Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, bahkan mengalami pingsan yang berulang.

Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh.

 Penyebab Penyakit Darah Rendah
Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terjadinya penurunan tensi darah, hal ini dapat dikategorikan sebagai berikut:

- Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi tekanan darah. Seseorang yang memiliki kelainan/penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung maka berdampak pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh organ tubuh.

- Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh perdarahan yang hebat (luka sobek,haid berlebihan/abnormal), diare yang tak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan.

- Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah (dilatasi) menyebabkan menurunnya tekanan darah, hal ini biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).


 Penanganan dan Pengobatan Darah Rendah
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan darah renda (hipotensi), diantaranya :

- Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat

- Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam

- Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala

- Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis

- Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian, selain itu dokter hanya akan memberikan vitamin (suport/placebo) serta beberapa saran yang dapat dilakukan bagi penderita.

Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah. Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal keseluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oxygen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat (anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan sebagainya.

Dalam kasus Hipotensi yang benar-benar diperlukan pemberian obat, biasanya ada beberapa jenis obat yang biasa dipakai seperti fludrocortisone, midodrine, pyridostigmine, nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), caffeine dan erythropoietin.


sumber : www.infopenyakit.com

Gaya Hidup yang Membahayakan Kesehatan Pria


alcoholism
Pepatah yang mengatakan ‘Lebih baik mencegah daripada mengobati’ sangat tepat dijalankan dalam hal menjaga kesehatan. Tetapi tetap saja banyak orang yang tidak menghargai kesehatan yang telah didapat hingga menyesal nantinya saat menderita sakit.

Saat ini kurang lebih setengah dari orang yang meninggal lebih cepat dari angka harapan hidup adalah karena disebabkan oleh faktor gaya hidup. Gaya hidup yang berpengaruh buruk terhadap kesehatan diantaranya adalah merokok, konsumsi alkohol, pola makan yang kurang baik & kurangnya olahraga.

Pria juga lebih rentan untuk mengalami penyakit akibat gaya hidup karena faktor kedekatan gaya hidup tersebut dengan aktivitas pria sehari-hari. Seperti misalnya faktor merokok, banyak yang masih menganggap bahwa hal yang wajar apabila pria merokok, bahkan kebiasaan tersebut telah dimulai sejak masa anak-anak. Padahal rokok sangat berbahaya bagi kesehatan & mempunyai efek negatif terhadap hampir semua organ tubuh. Demikian juga dengan faktor lain seperti konsumsi alkohol & stres.

Masalah lingkungan seperti polusi air & udara sebenarnya juga turut menyumbang terhadap terjadinya angka kematian yang lebih cepat dari angka harapan hidup. Tetapi tetap saja faktor yang dominan adalah akibat dari gaya hidup kita sendiri. Sehingga walaupun kita tak dapat menghindari faktor polusi lingkungan, kita tetap dapat menjaga kesehatan dengan cara merubah gaya hidup kita supaya menjadi lebih sehat.


Gaya Hidup yang Beresiko
  • Merokok
    merokokTembakau pada rokok mempunyai efek negatif hampir pada seluruh organ tubuh. Di seluruh dunia tembakau diperkirakan sebagai penyebab 6 juta kematian setiap tahunnya. Asap rokok juga berbahaya bagi perokok pasif, yaitu orang yang secara tidak langsung turut menghisap asap rokok dari perokok aktif.

    Efek jangka pendek dari merokok adalah adanya gangguan pada saluran pernafasan seperti batuk, demam, bronchitis & pneumonia. Sedangkan efek jangka panjang dari merokok sangat banyak. Ada beberapa penyakit yang dihubungkan dengan akibat merokok seperti kanker pada mulut, tenggorokan, paru-paru, perut, ginjal, kandung kemih & pankreas.

    Sekitar sepertiga penyakit kanker berhubungan dengan rokok & 90 % penyakit kanker paru-paru juga dihubungkan dengan rokok. Merokok mengurangi sirkulasi darah & mempersempit pembuluh darah, mengurangi kadar oksigen dalam darah & meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Merokok juga meningkatkan resiko terjadinya stroke & katarak.

    Cara berhenti merokok
    Berikut adalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk merencanakan berhenti merokok, yaitu :

    Bersiap
    • Buatlah daftar alasan untuk berhenti merokok (seperti: karena alasan kesehatan, menghemat uang dll)
    • Buatlah catatan mengenai kapan mulai merokok & pemicunya
    • Carilah informasi mengenai program berhenti merokok baik melalui website atau buku
    • Buatlah jadwal kapan akan mulai berhenti merokok (pada saat itu singkirkan semua hal yang berhubungan dengan rokok, seperti: asbak, korek api, rokok, wadah rokok dll)

    Cari dukungan
    • Konsultasi ke tenaga kesehatan mengenai cara untuk berhenti merokok
    • Bergabung dengan program berhenti merokok
    • Bergabung dengan grup pendukung berhenti merokok
    • Mintalah dukungan juga dari teman & keluarga mengenai rencana anda
    • Buatlah catatan mengenai apa yang dirasakan selama proses tersebut

    Strategi mengatasi stress atau keinginan untuk merokok kembali
    • Coba pelajari yoga, meditasi atau latihan pernafasan
    • Konsultasi dengan tenaga kesehatan
    • Bila perlu dapat dipertimbangkan untuk menggunakan obat untuk menghentikan merokok atau terapi nikotin pengganti

    Bila ternyata anda masih merokok kembali, jangan putus asa. Fokuslah pada niat anda untuk berhenti merokok. Tetapkan kembali waktu anda untuk berhenti merokok kembali, ingatlah bahwa banyak orang yang baru berhasil berhenti merokok setelah mencoba beberapa kali.
  • Minum Alkohol
    alkoholKonsumsi alkohol mulai menjadi kebiasaan saat ini, baik karena faktor lingkungan pergaulan ataupun karena tuntutan pekerjaan. Konsumsi alkohol yang berlebih dapat meningkatkan resiko terjadinya masalah kesehatan seperti gangguan hati atau kecelakaan yang tak disengaja. Alkohol adalah hasil fermentasi dari ragi dengan nama kimia etil alkohol atau ethanol. Alkohol biasanya terdapat dalam minuman seperti bir, anggur ataupun minuman keras lainnya.

    Alkohol mempengaruhi organ tubuh, karena menekan sistem saraf pusat. Sebenarnya alkohol dimetabolisme di hati oleh enzim, tetapi hati hanya dapat memetabolisme alkohol dalam jumlah sedikit, sehingga sisanya akan memasuki peredaran darah & berefek terhadap sistem saraf. Efek dari alkohol sangat tergantung dari jumlah alkohol yang dikonsumsi.

    Konsumsi alkohol yang berlebih sering dihubungkan dengan beberapa masalah kesehatan, seperti :
    • Penyakit kronis seperti sirosis hati (kerusakan pada sel hati), pankreatis (peradangan pada pankreas); berbagai jenis kanker termasuk kanker hati, mulut & tenggorokan; tekanan darah tinggi & gangguan psikologi.
    • Kecelakaan yang tidak disengaja akibat pengaruh dari alkohol seperti kecelakaan kendaraan bermotor, tenggelam, terbakar dll.
    • Kekerasan dalam rumah tangga seperti penyiksaan terhadap anggota keluarga atau melukai diri sendiri.
    • Sindrom kematian mendadak akibat overdosis alkohol
    Untuk mengatasi masalah ketergantungan alkohol sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan, termasuk cara untuk mengatasi sindrom ketergantungan kembali.
  • Kelebihan Berat Badan
    Masalah berat badan saat ini menjadi masalah utama di seluruh dunia akibat dari perubahan pola makan & gaya hidup. Orang yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan kemungkinan besar akan menderita penyakit diabetes, penyakit pembuluh darah (penyakit jantung) & penyakit kandung empedu. Mereka juga beresiko untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi, masalah pada persendian (seperti arthritis) & masalah pernafasan (seperti asma & sleep apnea) serta kemungkinan untuk menderita stroke.

    Banyak faktor yang menyebabkan obesitas atau kelebihan berat badan seperti : gaya hidup (kurang olahraga), kondisi medis tertentu (hipotiroidisme) ataupun karena faktor genetik/keturunan. Ketika seseorang mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang dikeluarkan maka akibatnya akan timbul obesitas atau kelebihan berat badan. Hal ini karena kalori yang berlebih dalam tubuh akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak & kecuali program penurunan berat badan dilakukan maka akan semakin banyak lemak yang tersimpan didalam tubuh setiap hari.

    Walaupun penyebab utama masalah kelebihan berat badan adalah karena konsumsi kalori yang berlebih & kurangnya olahraga, tetapi ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi seperti :
    • Kurangnya sarana olahraga/ruang terbuka di daerah tempat tinggal
    • Banyak yang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan dibandingkan berjalan kaki
    • Lebih banyak jajanan yang mengandung kalori berlebih dibandingkan makanan sehat
    • Banyak yang lebih memilih makanan cepat saji dibandingkan masakan rumah yang sehat
    • Banyak juga orang yang mengalami kenaikan berat badan saat berhenti merokok, hal ini karena makanan akan terasa lebih enak & juga nikotin tidak lagi mempercepat proses pembakaran kalori
    • Konsumsi alkohol juga dapat menaikkan berat badan karena alkohol dapat meningkatkan nafsu makan

    Obesitas atau kelebihan berat badan membahayakan karena dapat menimbulkan komplikasi seperti :
    • Meningkatkan resiko terkena kanker usus besar, kanker anus, kanker prostat, kanker kandung empedu, kanker rahim, kanker payudara & kanker saluran kencing
    • Diabetes (obesitas merupakan penyebab utama diabetes tipe 2) hal ini karena timbunan lemak dalam tubuh meningkatkan kadar gula darah & membuat insulin tidak bekerja secara efektif
    • Masalah emosional (sering dikaitkan dengan masalah persepsi/pendapat orang yang lebih menghargai orang langsing dibandingkan dengan orang gemuk) sehingga membuat orang gemuk menjadi mudah depresi
    • Gangguan pada fungsi hati (ketika lemak berlebih terakumulasi di hati dapat menimbulkan peradangan pada hati atau bahkan sirosis hati)
    • Masalah pada kandung empedu (karena tingginya kadar kolesterol didalam kandung empedu, maka penderita obesitas lebih mudah untuk menderita batu empedu)
    • Penyakit gout & osteoarthritis (berat badan yang berlebih memberikan beban ekstra pada sendi pada saat bergerak, terutama didaerah lutut & pinggul, hal ini menyebabkan jaringan tulang rawan didaerah tersebut akan menjadi cepat rusak & menimbulkan rasa sakit saat bergerak)
    • Penyakit jantung
    • Penyakit tekanan darah tinggi
    • Adanya lemak didalam darah dapat mengakibatkan timbulnya penyumbatan pada pembuluh darah ( bisa menimbulkan terjadinya stroke atau penyempitan pada pembuluh darah)
    • Masalah sleep apnea (berhenti bernafas saat tidur). Pada beberapa kasus orang yang mengalami kelebihan berat badan bisa beresiko mengalami sleep apnea karena menyempitnya saluran pernafasan

    Terapi untuk penanganan kelebihan berat badan :
    • Secara umum, hal pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi obesitas adalah program penurunan berat badan. Dengan pengurangan berat badan sebanyak 5-10% pasien akan mulai merasakan manfaatnya. Rata-rata penurunan berat badan yang aman & ideal dilakukan adalah sekitar ½-1 kg seminggu.
    • Pengaturan pola makan, program latihan olahraga bisa dilakukan untuk menunjang program penurunan berat badan.
    • Pada beberapa kasus pemberian obat-obatan (baik yang dengan resep dokter atau yang dibeli bebas) & operasi mungkin diperlukan untuk penanganan masalah berat badan ini.

  • Stres
    stressStres adalah respon tubuh terhadap perubahan fisik, mental, emosional, kondisi ataupun lingkungan pada seseorang. Stres dapat disebakan oleh faktor yang berasal dari luar (seperti lingkungan) ataupun oleh faktor yang berasal dari dalam (seperti tingkah laku, perasaan dll). Penyebab umum dari stress adalah karena penyakit, kecelakaan, rasa takut/kehilangan & rasa cemas.

    Setiap orang mempunyai respon yang berbeda terhadap stres. Respon stres sendiri berlangsung cepat & dapat mempengaruhi fungsi tubuh, motivasi ataupun produktivitas kerja. Reaksi tubuh terhadap stres dimulai & dikontrol oleh sistem saraf pusat (terletak di otak & tulang belakang). Sebagai respon terhadap stres maka otak memberikan sinyal kepada kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormone (adrenalin (ephinephrine) & norephinephrine) yang nantinya akan menimbulkan respon menyerah atau berjuang untuk menghadapi stres.

    Kemudian otak juga akan memicu pengeluaran hormone lain seperti kortisol yang berfungsi untuk menjaga respon stres tersebut. Efek dari pengeluaran hormon tersebut antara lain :
    • Perubahan pada saluran cerna (disebabkan oleh meningkatnya aliran darah ke otot & berkurangnya aliran darah ke saluran cerna)
    • Pelebaran pembuluh darah
    • Mempercepat pernafasan
    • Mempercepat denyut jantung & meningkatkan tekanan darah (disebabkan oleh meningkatnya aliran darah ke otak)
    • Meningkatnya kadar gula darah (untuk menyediakan energy lebih)

    Pengelolaan stres dapat dilakukan dengan manajemen stres, seperti :
    • Sebisa mungkin hindari situasi yang dapat menimbulkan stres
    • Makanlah selalu makanan yang sehat
    • Lakukan olahraga secara teratur
    • Cukup istirahat
    • Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti membaca, menonton, mendengarkan musik, bersantai bersama teman dll.
    • Kurangi konsumsi alkohol & kafein
    • Cobalah untuk fokus pada sikap positif
Ubahlah Gaya Hidup demi Kesehatan anda
Jadi sebelum terlambat mulai ubahlah gaya hidup anda supaya kesehatan tetap terjaga.